Friday, 3 September 2010

say hello to a new and say bye to the past

Untuk menerima keadaan yang baru harus bisa melepaskan yang lama. Ya itu sesuatu yang simple untuk di katakan tapi susah untuk di jalankan. Tapi seperti pepatah life must go on. Tidak ada yang tidak bisa di dunia ini. Sulit memang meninggalkan kenangan lama yang sudah tertanam di benak dan sudah menjadi suatu rangkaian dalam ingatan. Tapi biar itu semua menjadi sesuatu yang tertanam dalam bukunya, dan tidak akan terbuka untuk kesekian waktunya.
Saatnya say hello to a new and accepted with a smile. Tidak perduli seberapa berat rasa ingin tetap mempertahankan masa lalu tapi harus bisa membiarkannya terbang luas mengikuti isi hatinya. And this is me!! ready for a new.

Banyak yang bilang, untuk melupakan yang lama dengan mendapatkan yang baru. Tapi untuk menjadikan pelarian pikiran dan hati itu bukan suatu yang pantas untuk di jalankan, tapi lebih pantas di jalankan dengan membuka dan menerima sesuatu yang datang dengan sendirinya tanpa rekayasa.

Aku akan tetap tersenyum walau berat rasanya harus membiarkan perasaan ini menggerogoti pikiran ku, tapi aku tidak ingin diam meratapi apa yang terjadi. Waktu akan terus jalan dengan adanya tidak bisa di percepat atau di perlambat. I just wanna see someone I love happy with the way he chose. I'll still pray for him, let the God who works in his life.

Menangis hanya membuatku merindunya, tapi dengan menangis aku bisa merasakan setiap udara yang mengelilingiku. Merasakan gejolak alam yang membuat hati ku merasakan betapa indahnya sebuah "love".
Kita akan mengerti sebuah arti "love" ketika kita bisa membiarkan hati terluka karena keinginannya menggapai sesuatu.

I wanna fly freely in space and bring my feelings.
I wanna let the tears streaming down my cheeks.
I wanna take my feelings into a dream.
I wanna wake up and realize all just a dream.
but I'm aware, all real.
and I realized that I was hurt,
because I found my heart can't forget you.
I want a break from it all.
I shall see you in the future.
I wish I could meet you at another time,
with different situations
and can talk about the past

Thursday, 2 September 2010

kepada yang terindah
inginku menyatakan isi hatiku
ku ingin merangkaikan dalam wujud
yg mampu membuatmu tersenyum
tapi aku tak mampu tubuh ku terasa kaku
hati ini terasa sesak tidak tau kenapa
ada ruang di dalam hatiku yang terus memanggil namamu
terus...hingga menggema kedasar jiwaku.
wahai yang terindah kau lah bunga hatiku
aku ingin mengatakan kepada mutapi
suara ku terasa di telan angin
rindu dan ragu merasuki menjadi satu
dalam kalbu cintaku.
Akankah kutemukan
getaran yang sama dihatimu?
ombak dan laut menyatu menjalin
kesempurnaan indahnya pantai cinta
adakah kubisa bertemu dengan mu
untuk mengatakan isi hati ini
I tried to stop running and trying to see what I'm experiencing.
stop crying and smile with what happened to me.
Not relented but let all right again.
spoke with a smile would make me believe in time will restore happiness.
I tried to move and plans.
I just needed a break from all that i passed.
where the end of this road?
I screamed in my fatigue but all in vain.
I want to close my eyes and feel the air
who came to kill me.
against the wind with the warmth of my blood.
I just wanted to pass it.
I was very tired and now I'm smiling
buat seseorang yang mampu membuat
ku merindu ingin ku rangkai kata-kata
untuk membuatmu mengerti betapa aku merindumu
tapi aku ragu apakah kau bisa merasakan getaran hati ku
teramat sulit untuk ku yakin akan pemahaman mu
atas ringkasan isi hatiku
ku ingin kau tau besarnya hasrat hati ini
tapi apakah engkau tetap tersenyum
saat mendengarkan bisikan rinduku?
mungkin,biarlah rindu ini tetap jadi mimpi
yang akan selalu mengganggu tidur ku
namun,itupun sudah buat ku puas
aku memejamkan mata dan mengingat kisah yang ku alami berapa bulan ini. Aku tersenyum dan mulai berkata dalam hati, "aku senang mengenalnya". Kata itu tertutur begitu saja, dan aku menyadari bahwa dia telah membuat ku mendambakannya. Aku mengingininya dalam setiap hari ku, tapi aku menyadari bahwa aku tidak bisa mendapatkannya, dia hanya bisa di dambakan dalam setiap malam ku.
Sulit ketika aku mulai menyadari waktu telah membuat semua berubah, dan aku mulai membiarkan waktu terus bekerja dalam sebuah kisah. Ingin rasanya memberontak kepada waktu, yang telah merebut kenangan itu tapi aku tidak punya kuasa untuk membantahnya.

seandainya kau tau, ku tak ingin kau pergi meninggalkan ku sendiri bersama bayanganmu

Monday, 16 August 2010

*dudukterpejam*

(berkata dalam hati) Kemana surat hilang itu pergi? aku ingin menemukannya sebelum dia menemukan tujuannya. aku ingin menulis ulang surat itu.

Saturday, 7 August 2010

surat yang hilang

Dear pemuda,

kemana sekarang jiwamu pergi? aku tidak bisa melihat dan memberi tau mu tentang keberadaanku. Alam semesta mulai menutup jalan ku, aku tidak bisa menemukan jalan untuk menemukan mu. Surat ini merupakan kenyataan apa yang ku rasakan, surat ini akan hilang dan menuntun kenyataan hingga datang kehadiran mu. Aku menangis di bawah atap ini, aku terkunci dengan segala tuntutan. Perasaan gelisah ini datang begitu cepat dan menyakiti ku.
Pemuda, kapan kau ingat tersenyum pada ku? aku tidak bisa mengingat itu, karena terlalu sulit untuk ku temukan. Andai aku bisa menjadi merpati dan terbang mencari keberadaan mu. Aku ingin memberi tau, betapa indahnya kisah yang ku lalui bersamamu sebelum diri mu pergi bersama jiwamu. Surat ini bukan surat kesedihan ku, tapi surat yang menandakan aku berada dalam satu ruang yang ingin ku hancurkan dan pergi mencari jiwa mu dan surat hilang ini.
Surat hilang ini terbawa angin dan kesunyian jenaka. Tidak ada yang tau keberadaan surat ini yang mencari mu. Karena bentuk dan isinya hanya di mengerti oleh hati yang bisa membacanya.
Pemuda, ingatkah kamu ketika aku tersenyum untuk mu? karena saat itu aku menyatakan perasaan ku yang tidak bisa ku gambarkan dengan apapun.
Aku? aku bukan siapapun dalam dunia ini, tapi aku sesuatu dalam surat hilang ini. Aku bukan sesuatu yang berharga yang dapat di jual, di nilai, di mengerti, dan di pahami. Karena aku tidak terkait dengan segala bentuk pemahaman.
Yang ada dalam jiwa aku hanya sebuah perasaan yang tidak mengerti ketika kamu memutuskan untuk pergi dan meninggal aku tanpa melihat surat hilang ini.
Menghapus dan menulis kembali terus terjadi dalam surat ini, aku terjebak dalam perkataan ku. Tidak bisa mengekspresikan semua keindahan jejak itu.
Hai pemuda, taukah kamu betapa aku ingin mengunci jiwamu di dalam hati ku. tapi ketika aku ingin menguncinya, hati ku terasa sakit karena begitu berat mengerti jiwamu. Aku terus bergerak dan membiarkannya bergerak dengan bayangannya. Tapi aku tidak bisa menguncinya, sampai akhirnya jiwamu pergi terbawa hembusan hangat sebuah keberadaan lain.
Andai kamu membaca surat hilang ini, aku ingin kamu merasakan betapa aku ingin menggenggam tangan dan jiwa mu.


tertanda,
aku